Banner

BannerFans.com

Pages

Kamis, 09 Desember 2010

sejarah kerajaan tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara diduga terletak di Bogor, Jawa Barat yang merupakan kerajaan Hindu tertua kedua di Indonesia. Dalam berita Cina, Tarumanegara disebut To-lomo. Berdirinya Kerajaan Tarumanegara diduga bersamaan dengan Kerajaan Kutai, yaitu pada abad ke-5 M.

Kehidupan politik Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Pulau Jawa yang dipengaruhi agama dan kebudayaan Hindu. Letaknya di Jawa Barat dan diperkirakan berdiri kurang lebih abad ke 5 M. Raja yang memerintah pada saat itu adalah Purnawarman. Ia memeluk agama Hindu dan menyembah Dewa Wisnu.
Sumber sejarah mengenai Kerajaan Tarumanegara dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya dan berita-berita Cina. Prasasti yang telah ditemukan sampai saat ini ada 7 buah. Berdasarkan prasasti inilah dapat diketahui bahwa kerajaan ini mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan Hindu. Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara  berdasarkan tempat penemuannya, antara lain sebagai berikut.
  1. Prasasti Ciaruteun (Ciampea), ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun (Bogor)
    dekat muaranya dengan Cisadane.
  2. Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak), ditemukan di daerah perkebunan
    Jambu sekitar 30 km sebelah barat Bogor.
  3. Prasasti Kebon Kopi, ini terletak di Kampung Muara Hilir, Cibungbulang
    (Bogor). Ditulis dalam bentuk puisi Anustubh.
  4. Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten. Kedua prasasti ini
    menggunakan aksara yang berbentuk ikal yang belum dapat di baca,
    ditemukan di Bogor.
  5. Prasati Tugu, ditemukan di daerah Tugu (Jakarta). Prasasti ini merupakan
    prasasti terpanjang dari semua prasasti peninggalan Raja Purnawarman.
    Prasasti ini berbentuk puisi Anustubh. Tulisannya dipahatkan pada sebuah
    batu bulat panjang secara melingkar.
  6. Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak, ditemukan di tepi Sungai
    Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Lebak (Banten).
Prasasti Ciaruteun

Kehidupan Sosial-Ekonomi

Kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan. Hal ini dapat diketahui
dari isi Prasasti Tugu yakni tentang pembangunan atau penggalian Saluran Gomati yang panjangnya 6112 tombak (12 km) dan selesai dikerjakan dalam waktu 21 hari. Selesai penggalian, Raja Purnawarman mengadakan
selamatan dengan memberikan hadiah 1.000 ekor sapi kepada para brahmana.
Pembangunanitu mempunyai arti ekonomis bagi rakyat karena dapat dipergunakan sebagai sarana pengairan dan pencegahan banjir. Dengan demikian, rakyat akan hidup makmur, aman dan sejahtera. Di samping Saluran Gomati, dalam Prasasti Tugu juga disebutkan adanya penggalian Saluran Candrabhaga.

Kehidupan Kebudayaan

Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara maka dapat diketahui bahwa kehidupan kebudayaan masyarakat pada masa itu sudah tinggi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting